Wednesday, 13 December 2017

Teman dan Soal Uji Kompetensi



Barusan saya bertemu dengan teman lama yang kebetulan sudah kompeten, setelah mengikuti beberapa kali uji kompetensi. Dia dengan antusias mengatakan pengalamannya bagaimana mengikuti ujian demi ujian. Namun sayang belum kompeten, dan baru kompeten setelah baca ebook tip dan trik uji kompetensi. Bukan bermaksud menonjolkan atau menyombongkan diri, tulisan ini hanya untuk dijadikan renungan bersama bagi kita semua.

Teman saya becerita tentang bagaimana stressnya saat orang lain dinyatakan kompeten sementara dia tidak kompeten, dari satu ruangan hanya di yang tidak kompeten. Perasaan rendah diri, tidak percaya diri, sedih, perasaan perjuangan yang sia-sia muncul. Sempat terpikir mengikuti saran orang lain bahwa untuk mendapatkan sertifikat uji kompetensi itu bisa lewat jalan belakang dengan menyerahkan sejumlah uang. Akan tetapi ternyata yang mengajak sampai saat ini belum kompeten, dan tidak menganjurkan lagi untuk seperti itu.

Pada saat ujian yang pertama, dia mengatakan bahwa soalnya kok beda dengan yang dipelajari, selain soalnya panjang juga kok jawabannya benar semua? Pada saat ujian yang kedua, perasaan sih bisa ngisi akan tetapi akhirnya masih belum kompeten. Hampir frustasi melihat kenyataan sudah dua kali tidak kompeten.

Membaca ebook memberikan pemahaman yang berbeda, bagaimana membaca soal supaya waktunya cepat, tidak mengulang-ngulang dan belajarpun lebih terarah. Ada yang menarik dalam ukom kemarin yang diikuti, yaitu soal yang keluar di uji kompetensi sebelumnya keluar lagi tapi dengan pertanyaan yang berbeda, ini sangat menguntungkan bagi saya yang belajar bagaimana menggunakan jurus 1:10. Dengan memahami semua tip dan trik yang ada di ebook, mengerjakanpun jadi lebih cepat. Penggunaan mind mapping sangat membantu memahami bagaimana materi uji kompetesi seakan tidak menyeramkan lagi. Pokoknya harus dibaca tuh ebook tips dan triks uji kompetensi. Oh iya.... soal kadang muncul evaluasi keparawatan, padahal tidak disebutkan masalahnya apa, kalau tidak mampu menentukan masalah maka akan sangat sulit menjawab soal.
--------

Pernyataan tersebut merupakan ringkasan dari pembicaraan diantara teman yang sudah lama tidak berjumpa dengan saya. Saya mencermati ada beberapa pengalaman yang didapatkan oleh mahasiswa yang sudah pernah tidak kompeten, yaitu:
1.    Penurunan harga diri
2.    Stress yang lebih tinggi
3.    Perlu upaya untuk membangunkan keyakinan

Catatan lain yang menarik adalah soal yang keluar:
1.    Beberapa mirip, tapi dengan pertanyaan yang berbeda
2.    Beberapa soal yang sama keluar lagi pada nomor yang berbeda
3.    Menentukan masalah merupakan kunci dari menjawab soal

Catatan pertemuan dengan teman di rumah sakit telah memberikan gambaran bahwa mereka mengalami kecemasan yang luar biasa, walaupun karena mereka pns tidak akan dipecat dari pekerjaan sebagai pns, akan tetepi sebagai orang yang memiliki keinginan mengabdikan dirinya untuk pasien, ketiadaan surat tanda registrasi merupakan pukulan yang sangat telak.

Orang dengan pengalaman tidak kompeten harus bekerja keras melebihi orang yang tidak pernah ujian, dengan alasan sebagai berikut:
1.    Dari sudut psikologi mereka harus meyakinkan dirinya sendiri mampu untuk kompeten.
2.    Dari kemampuan individu, mereka sebelumnya telah gagal mencapai nilai batas lulus, yang jika di ners batas lulusnya 48,3 atau setara dengan 87 soal benar.

Sebenarnya peluang untuk mendapatkan kompeten masih terbuka sepanjang mereka bisa melakukan hal berikut ini:
1.    Mampu belajar dari kesalahan
2.    Memperbaiki cara belajar
3.    Meningkatkan pengetahuan tentang materi yang akan diujikan
4.    Mampu menentukan strategi pribadi dalam belajar
5.    Dapat melihat keunggulan pribadi dari mata kuliah yang diujiankan
6.    Mengetahui cara mencapai 87 benar dengan menggunakan tehnik meraih nilai tinggi pada mata kuliah yang soalnya banyak serta mata kuliah favorite

Kembali pada bahasan soal uji kompetensi....
1.    Soal uji kompetensi sebenarnya disesain sedemikian rupa sehingga dapat membedakan mana yang kompeten dan mana yang tidak kompeten
2.    Soal uji kompetensi dibuat secara berjenjang dari kampus sampai ke nasional dan atau hasil karya tim penulis soal dikti
3.    Soal uji kompetensi mengacu pada penyakit yang sering ditemukan di seluruh indonesia
4.    Soal uji kompetensi mengacu pada tindakan yang sering dilakukan oleh perawat
5.    Soal uji kompetensi menguji perawat baru
6.    Soal uji kompetensi menguji sesuai dengan standar kompetensi perawat baru
7.    Soal uji kompetensi merupakan cerminan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang harus dimiliki oleh perawat baru
8.    Soal uji kompetensi tidak membahas materi yang sipatnya spesialistik, misal ICU, Bedah secara mendalam, hanya pengenalah sebagai perawat umum
9.    Soal uji kompetensi memiliki aturan dalam penulisannya

Saturday, 2 December 2017

Tentang Saya Hendi Kanduru

Pernah ada yang bertanya seorang mentor di sebuah group ukom, @hendikanduru itu latar belakangnya apa?

Saya jawab sekarang
1. Saya seorang dosen di sebuah PT
2. Pernah menjadi penulis soal di dikti dan reviewer soal di wilayah dan pusat tapi saya keluar krn takut ada konflik kepentingan, karena saya membuat bimbingan online pada mahasiswa yang akan ukom,
3. Saya pernah jadi pengawas pusat, dengan alasan yang sama seperti no 2 saya pun keluar.
4. Saya menulis ebook tip dan trik uji kompetensi yang akan saya bagikan Jika subscribers sudah mencapai 800 orang.
5. Saya pun sedang mempersiapkan buku dalam versi cetak yang sudah dilengkapi dengan soal-soal standar uji kompetensi
6. Saya pun membuka belajar gratis dengan nama group @belajarbersamakanduru
7. Seringnya saya memberikan informasi melalui channel telegram @infokanduru
8. Saya pun membuat group telegram tentang lowongan pekerjaan tenaga kesehatan di alamat @lokernakes
9. Saya pun membuat blog tentang tip dan trik uji kompetensi dengan alamat https://tipdantrikukom.blogspot.co.id
10. Saya pun memberikan membuat channel YouTube dengan https://www.youtube.com/channel/UCw7pdvwl3brC1vXu-U1KekA

Silahkan kunjungi, semoga bermanfaat.


Demikian, tentang saya..
Wassalamualaikum
Salam kompeten



Hendi Kanduru
@hendikanduru

Soal Standar dan Tidak Standar

Contoh Soal Uji Kompetensi Yang Tidak Memenuhi Standar Penulisan Soal

Seorang laki-laki berusia 39 tahun dirawat di ruang UGD dengan paska kecelakaan lalu lintas. Hasil pengkajian didapatkan keluarga mengatakan pasien terjatuh dari sepeda motor, sempat tidak sadarkan diri, keluar darah dari telinga serta hidung, muntah setelah kejadian. Terdapat luka terbuka di daerah paha, darah rembes ke pembalut, GCS: E3V4M4. TD: 100/75 mmHg, Frekuensi nadi 95x/mnt, frekuensi napas 25x/mnt, suhu 37,3C. 

Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?

Pilihan jawaban:
a. Pola napas tidak efektif 
b. Resiko infeksi
c. Intoleransi aktivitas
d. Kekurangan volume cairan
e. Gangguan perfusi jaringan cerebral

Terdapat beberapa alasan mengapa soal ini tidak memenuhi syarat untuk dimasukan ke uji kompetensi diantaranya:
  1. Pilihan distraktor tidak semuanya dilengkapi dengan data, contoh resiko infeksi tidak memiliki data yang kuat, Intoleransi aktivitas tidak memiliki data penunjang, kekurangn volume cairan tidak di dukung data. 
  2. Pilihan langsung menjurus ke jawaban, dengan demikian soal mudah ditebak mana jawabannya. 

Dilihat dari materi soal tersebut sudah sesuai dengan kompetensi perawat, perawat selalu menemukan kejadian cidera kepala di ruang igd, dengan tanda yang sama seperti pada soal. Bagaimana apakah anda pernah punya pengalaman mendspatkan soal seperti itu? Jika anda mendapatkan soal seperti ini, jangan pernah digunakan 

Bagaimana soal yang mendekati standar? 

Seorang laki-laki berusia 39 tahun dirawat di ruang UGD dengan paska kecelakaan lalu lintas 3 jam yang lalu. Hasil pengkajian didapatkan keluarga mengatakan pasien terjatuh dari sepeda motor, sempat tidak sadarkan diri, keluar darah dari telinga serta hidung, muntah setelah kejadian. Terdapat luka terbuka di daerah paha, darah rembes ke pembalut, pasien gelisah, pucat, GCS: E2V3M3. TD: 100/75 mmHg, Frekuensi nadi 105x/mnt, frekuensi napas 26x/mnt, suhu 37,5C. Hb 7gr/dl. Leukosit 9000m3. 

Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?

Pilihan jawaban:
a. Pola napas tidak efektif 
b. Resiko infeksi
c. Intoleransi aktivitas
d. Kekurangan volume cairan
e. Gangguan perfusi jaringan cerebral


Dalam soal ini, semua pilihan atau option didukung oleh data, sehingga semua pilihan memiliki peluang untuk dipilih. Mahasiswa yang kompeten akan memilih "e. Gangguan perfusi jaringan cerebral" akan tetapi mahasiswa yang tidak kompeten akan memilih jawaban lain, atau merasa semua jawaban benar. Ke empat jawaban selain pilihan utama dinamakan distraktor atau pengecoh! Pengecoh sengaja dibuat untuk dapat membedakan antara mahasiwa yang kompeten dengan mahasiswa yang tidak kompeten. 

TIPS TRIK ANTI GAGAL DI UJI KOMPETENSI

Kegagalan dalam ukom merupakan kegagalan pendidikan yang dilakukan selama ini. Pada seri pertama saya sudah menjelaskan apa yang harus dilakukan supaya terhindar dari tidak kompeten. 

Beberapa triks dan tips yang bisa digunakan, untuk mengurangi kemungkinan gagal dalam uji kompetensi pada saat pelaksanaan yaitu
  1. Patuhi tata tertib cara berpakaian, di uji kompetensi pakaian sudah ditentukan, dan diberitahu saat briefing. 
  2. Datang briefing sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Briefing dilakukan untuk mahasiswa dan pengawas lokal yang diberikan oleh pengawas pusat, sebagai perpanjangan panitia uji kompetensi. Briefing sifatnya wajib, yang tidak mengikuti briefing tidak diperkenankan untuk mengikuti uji kompetensi, baik untuk pengawas maupun untuk mahasiswa. 
  3. Datang ketempat ujian sesuai dengan waktu yang ditentukan. Waktu datang ke tempat ujian sejam sebelumnya. Walaupun di tata tertib disebutkan bahwa mahasiswa boleh masuk pada saat sebelum log in yang kedua, bagi yang menggunakan computer based test, akan tetapi akan lebih baik apabila datang lebih awal. Datang lebih awal memiliki keuntungan diantaranya, dapat istiraha terlebih dahulu, mengenal tempat ujian lebih dalam terutama bagi yang ujiannya tidak di kampus sendiri. 
  4. Datang sebelum log in kedua (pada ujian Computer Based Test), seperti yang sudah dijelaskan pada no sebelumnya. 
  5. Gunakan pensil 2b (pada ujian Paper Based Test), bawa pensil 2b lebih dari satu. Runcingkan kedua ujungnya. Sehingga jika tumpul masih ada ujung yang lain dan tidak kehilangan waktu. Jika memungkinkan, tannyakan kepada pengawas pusat, apakah menggunakan pensil mekanik diperkenankan? Jika diperkenankan bawalah, gunakan pensil mekanik, krn anda tidak akan kehilangan waktu untuk meraut atau menajamkan pensil dan pekerjaan biasanya lebih rapi. 
  6. Pastikan semua jawaban diisi, walaupun nembak. Menjawab soal semuanya memberikan peluang yang tinggi untuk mendapatkan nilai. Di uji kompetensi tidak mengenal pengurangan nilai kalau salah. Jadi isi semua, walupun anda harus menembak. Gunakan insting dalam menjawab, insting yang pertama biasanya benar. Jangan dirubah sampai anda yakin mendapatkan jawaban yang 100% benar. 
  7. Tandai jawaban yang masih ragu-ragu, yang ragu ragu dianggap sudah di isi. Pastikan anda mengganti soal ragu-ragu setelah mendapatkan keyakinan bahwa jawaban ragu ragu salah dan anda sudah mendapatkan jawaban yang benar.
  8. Jika dalam 20 detik tidak bisa memahami maksud soal, segera pindah, terlalu lama pada soal yang tidak dimengerti, akan menyebabkan anda kehilangan waktu banyak, dan yang mudah akan anda lewatkan, dan yang paling penting anda akan mengalami kecemasan, karena kecemasan itu maka soal berikutnya yang mudah akan menjadi sulit. 
  9. Isi dulu jawaban yang mudah, mengisi yang mudah memberikan peluang rasa senang kepada diri anda dan menyebabkan stress berkurang.

Dapatkan tips triks uji kompetensi selanjutnya dengan gabung di channel telegram @infokanduru

Thursday, 30 November 2017

MemaHami Blueprint Uji Kompetensi

Oleh
Hendi Kanduru
Telegram @hendikanduru


Memahami blueprint uji kompetensi merupakan bagian yang sangat penting bagi mahasiswa yang akan melaksanakan uji kompetensi. Blueprint merupakan KISI KISI uji kompetensi. Siapa yang memahami blueprint maka akan mendapatkan kemudahan dalam mempersiapkan uji kompetensi.

Di ukom kita tidak memerlukan spesialistik, karena anda akan keluar dengan lulusan d3 dan ners bukan spesialistik. Sebagai lulusan generalis, atau umum maka yang harus anda kuasai adalah semua materi. Akan tetepi kecenderungan manusia hanya menyenangi beberapa mata kuliah saja atau satu. Jika diaplikasikan ke ukom maka akan rugi.

Jika saja yang disukainya memiliki nilai tinggi di ukom, maka dia sedikit beruntung, mengapa sedikit beruntung, karena nilai di ukom paling tinggi ada di KMB. Yaitu 58-60 soal. Jika yang disukainya adalah manajemen, maka dia hanya akan mendapatkan nilai maksimal 10 saja. Hal lain yang penting adalah lihat dari masing masing tinjauan di blueprint. Fokus belajar di materi yang memiliki soal tinggi.

Praktek profesional, etik legal dan peka budaya, Berbicara tentang bagaimana prktek keperawatan itu ditinjau secara profesional, soal muncul misalnya tentang metode dalam keperawatan, kebutuhan perawat, BOR. etika berbicara tentang prinsip etik yang terjadi pada kasus tertentu. Peka budaya berfokus pada bagaimana seorang perawat menghargai budaya yang ada di masyarakat. Pengembangan profesi, Berbicara tentang bagaimana keterampilan, pelatihan, yang harus dilakukan untuk supaya organisasi ini dapat berkembang. Pelatihan apa yang diperlukan? Asuhan dan manajemen asuhan, Merupakan penilaian dari tugas utama perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di semua seting pelayanan kesehatan dari mulai pengkajian sampai evaluasi

Sementara di tinjauan 2, ada pembagian prosentase antara D3 dan ners. Dimana d3 seimbang, kalau ners kognitif lebih besar dibanding soal prosedural atau keterampilan, untuk d3 seimbangSebensrnya soal d3 dan Ners tidak lah beda, yang beda hanya di sana

Di tinjauan 3
Jumlah Soal diukom

Group 1
KMB ----> 60

Group 2
Maternitas ----> 20
Anak -----> 20
Jiwa -----> 20
Keluarga -----> 20

Group 3
Gadar -----> 10
Manajemen ------> 10
Gerontik ------> 10
Komunitas------> 10

Naik turun jumlah soal tidak akan besar.
Jika di bagi 10 maka akan nampak bahwa
Group 1 ----> 6 sks
Group 2 ----> 2 sks
Group 3 ----> 1 sks

Jika 1 sks belajar 1 jam maka kmb harus belajar paling banyak dibanding mata kuliah yang lain. Anda harus memiliki target belajar minimal 60% dari setiap mata kuliah dan mata kuliah favorite harus 80% benar.

Mengapa mata kuliah favorit harus benar banyak? Untuk menutupi nilai kurang di mata kuliah non Favorite Silahkan susun mata kuliah dari yang favorit sampai yang tidak favorite

Buat perkiraan kemampuan anda... berapa persen perkiraan anda jika ukom sekarng, dari masing masing mata kuliah contoh: KMB perkiraan anda hanya akan bisa ngisi dengan benar 50%, terus kan kali soal keluar 60. Maka anda dapat 30 soal....Lakukan terus pada mata kulian lain...Kemudian jumlah kan kemungkinan soal yang anda jawab benar.... apakah kebih besar dari 88? ----> batas kompeten. Jika kurang, perbaiki kemampuan anda. Jika soal benar 88- 101, anda masih memiliki kemungkinan untuk tidak kompeten. Jika diatas 101, kemungkinan besar kompeten.

Dapatkan ebook tips dan triks uji kompetensi

channel telegram @infokanduru
https://tipdantrikukom.blogspot.co.id



Thursday, 23 November 2017

40 Hal Yang Harus Dikuasai Jika Ingin Kompeten

Jika anda ingin langsung kompeten pada ujian pertama, Pastikan anda memahami dan mengerti, minimal daftar di bawah ini.

Silahkan Kunci Kompeten, Klik Disini

1. Prioritas masalah ---> gadar, kdm, banyak data
2. Gcs menurun, ada kerusakan di syaraf pusat ---> gangguan perfusi cerebral, posisi head up, evaluasi tanda peningkatan TIK tidak ada
3. Nyeri >= 6 ----> masalah nyeri, perlu obat, evaluasi nyeri hilang
4. Pengkajian nyeri ----> PQRST
5. Pembukaan belum lengkap ----> jalan jalan
6. Kapan memimpin mengedan
7. Senam hamil, nipas, IMD
8. Keluarga berencana
9. Perawatan payudara
10. Perdarahan ---> penanganan , tands
11. Taksiran persalinan, berat janin, usia bayi
12. Tumbuh kembang anak, milestone, fase perkembangan
13. Imunisasi
14. Etika ----> autonomi, beneficience, non maleficience, fidelity, veracity
15. Cairan ---> hitung cairan luka bakar, tetesan infus, urine output
16. Kateter ---> tindakan, kontraindikasi
17. Pemberian oksigen ---> saturasi, alat
18. Dahak ---> bersihan jalan napas
19. Alat bantu napas ---> pola napas
20. NGT ---> pemasangan
21. Infus ---> pemasangan, mencabut, pindah
22. Trauma ---> DRABC
23. Serangan Jantung ---> DRCAB
24. Semua harus dijawab, walau nembak
25. Percaya insting pertama
26. 20 detik tidak mampu, tidak mengerti lewat
27. 1 soal 1 menit
28. Tarik napas diantara soal
29. Pergi ke toilet setelah 90 menit, usahakan sebelum test bak
30. Hati hati soal yang panjang
31. Soal KMB, Gadar, Anak ----> ide kalimat diawal paragrap
32. Soal KKG, manajemen, maternitas ----> ide diseluruh paragraf
33. Gunakan logika
34. Tindakan pasti sistematis
35. Ingat fungsi, type, tugas keluarga
36. Pencegahan primer, sekunder, tertier
37. Prinsip halusinasi, waham, isos, hdr, bunuh diri, kecemasan, kehilangan, komunikasi terapeutik, tak.
38. Fungsi manajemen, model keperawatan, tipe pemimpin, kebutuhan perawat, bor toy, los.
39. Hargai kepercayaan pasien
40. WSD, PD, HD, huknah, visus, test pendengaran: weber, rhine, swabah, perawatan luka (pengkajian-evaluasi), kolostomi.

Masing masing penjelasan dapat diperoleh di ebook tips dan trik uji kompetensi

Tuesday, 21 November 2017

Kisi Kisi Soal Uji Kompetensi

Pertanyaan yang sangat mendasar yang sering ditanyakan oleh mahasiswa yang akan uji kompetensi adalah bagaimana soal uji kompetensi itu? Apa saja yang kemungkinan muncul di uji kompetensi? Apa saja yang harus dihapalkan atau diketahui jika ingin kompeten? Pertanyaan itu bukan sekali datang kepada saya tetapi sangat sering, selain bagaimana bisa tidak dapat sertifikat uji kompetensi tanpa harus ujian? He he he....tipikal mahasiswa banyak duit tapi tidak pernah kuliah dengan baik.

Pada kesempatan ini akan saya jelaskan tentang kisi-kisi soal uji kompetensi, sebenarnya kisi- kisi uji kompetensi merupakan bagian dari blueprint uji kompetensi yang dibuat untuk dijadikan pedoman dalam mempersiapan uji kompetensi bagi dosen dan mahasiswa yang akan mengikuti uji kompetensi. Akan tetapi banyak yang tidak mengetahui bahwa ada pedoman atau kisi kisi yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

Jika kemudian keluar pertanyaan apa saja sih yang diujikan di uji kompetensi? Akan saya jelaskan di tulisan ini atau kalian dapat mengklik langsung ke Channel YouTube Uji Kompetensi dibawah ini

KLIK LINK DIBAWAH INI
Channel YouTube Uji Kompetensi

Yang pertama nyeri.
Nyeri selalu keluar di uji kompetensi, soalnya bervariasi antara uji kompetensi yang satu dengan yang lainnya, tapi pastinya sering keluar. Apa yang keluar di materi nyeri, yaitu pengkajian, penanganan nyeri, skala nyeri, pendidiikan tentang nyeri, evaluasi keperawatan tentang nyeri. Untuk pengkajian ingat PQRST, dan untuk mementukan masalah nyeri dapat dilihat apakah skalanya sudah 6 atau lebih, jika skalanya 6 dari 0 - 10, sudah dipastikan skalanya nyeri.

Kedua, etika.
Soal etika bervariasi dari mulai 3 sampai dengan 5 soal dalam 180 soal uji kompetensi, lumayan kalau betul semua, akan sangat membantu menambah nilai, ini sangat penting, karena materi uji kompetensi tentang etika, mudah untuk dipelajarinya. Beberapa prinsip etik yang sering keluar adalah autonomy, beneficience, non maleficience, veracity, fidelity. Soal uji kompetensi untuk etika keperawatan biasanya muncul tunggal atau bedua. Maksud tunggal adalah muncul sendiri di soal ujian, kalau berdua biasanya muncul berbarengan misalnya autonomy vs beneficience. Contoh kasus soal. Seorang perawat akan memberikan terapi cairan melalui infus, pada pasien yang mengalami dehidrasi, akan tetapi pasien menolak. Dalam kasus ini autonomy pasien berperan, tapi juga beneficience berperan juga. Sehingga pilihannya autonomy vs beneficience.

Ketiga oksigen
Oksigan juga sering keluar pada uji kompetensi, sering kali keluar soal oksigen, beberapa yang terkait dengan soal oksigen pada uji kompetensi misalnya: pengkajian, pemberian oksigen yang dihubungkan dengan saturasi oksigen, pemberian oksigen melalui alat yang khusus. Posisi dalam pemberian oksigen, water seal drainage, postural drainage, head up, fowler, semi fowler, napas dalam, batuk efektif, pengkajian sianosis, pengkajian kebutuhan oksigen, diagnosa keperawatan pola napas, bersihan jalan napas, perfusi jaringan, pola napas tidak efektif, frekuensi pernapasan, laboratorium, analisis gas darah. Itu semua berhubungan dengan pernapasan, termasuk bagaimana tindakan pemberian pernapasan pada kasus gawat darurat.

Keempat cairan
Soal uji kompetensi tentang cairan banyak keluar, diantaranya bagaimana menghitung kebutuhan cairan pada pasien normal, pada pasien luka bakar dengan rumus khususnya, kemudian juga bagaimana menghitung tetesan cairan, usahakan menghitung tetesan cairan yang cepat, ini sangat membantu mengerjakan soal yang lain yang perlu perhatian, menghitung cairan infus atau tetesan infus ada rumus cepatnya. Jangan lupa gunakan rumus cepat di uji kompetensi.

Kisi Kisi Soal Uji Kompetensi

Silahkan klik di kisi kisi soal uji kompetensi tersebut, anda akan mendapatkan bocoran tentang soal uji Kompetensi, sudah terbukti. Jangan lupa Subscribe

Etika dalam Keperawatan

Ada 8 prinsip etika keperawatan yang wajib diketahui oleh perawat dalam memberikan layanan keperawatan kepada individu, kelompok/keluarga, ...